Tamyiz

Tamyiz
sedari kecil pintar terjemah Al-Quran dan Kitab kuning Digital

Sabtu, 18 Desember 2010

SEKILAS TENTANG METODE TAMYIZ

SEKILAS TENTANG METODE
TAMYIZ
TAMYIZ adalah buku lembar
kerja (worksheet) tentang
formulasi teori dasar kuantum
nahwu-shorof yang masuk
dalam
katagori Arabic for Special
Purpose (ASP) dengan target
sangat sederhana yaitu pintar
tarjamah Qur ’an. METODE
TAMYIZ
sudah launching di panggung
utama PESTA BUKU JAKARTA,
Istora Senayan Jakarta pada
tanggal 4 juli 2009.
Sebagai sebuah hasil riset
panjang dan akan
disebarluaskan untuk
masyarakat, baik untuk muslim
di Indonesia maupun
muslim di seluruh dunia, maka
TAMYIZ telah tercatat sebagai
produk intelektual dengan HAK
CIPTA No. 016445 Tanggal 05
Mei 2010.
VISI & MISI TAMYIZ
Visi :
Sedari kecil pintar tarjamah
Qur ’an dan Kitab Kuning Digital
Misi :
. Menjadi media belajar
(literatur) yang mudah bagi
keluarga muslim untuk
memahami dan pintar tarjamah
Qur ’an.
. Membangun generasi Qur’ani
dimulai dari pintar tarjamah
Qur ’an sedari kecil
. Semua muslim di Indonesia dan
dunia, mampu memahami
Qur ’an, menuliskan dan
mengajarkannya.
RISET METODE TAMYIZ
Saat liburan sekolah pada akhir
Juni 2009, metode ini diuji coba
terbatas kepada 12 anak SD
selama 2 minggu,
Alhamdulillah,
mereka bisa. Untuk lebih
meyakinkan validitas dari hasil
riset ini, dilakukan uji coba
secara massal selama 100 hari(@
1 jam),
dari Oktober – Desember 2009
kepada murid-murid kelas 1
sampai kelas 6 TPA / MD
Attamyizi, Indramayu.
Hasil Riset metode TAMYIZ :
(1) Anak kecil sejak
kelas 1 SD/MI bisa pintar
Qur ’an dan
Kitab Kuning.
(2) Waktu belajarnya
relatif singkat, yakni 100 jam
belajar.
(3) Yang sudah lulus
TAMYIZ, bisa mengajarkan
Qur ’an dan
Kitab Kuning, termasuk
anak yang masih kecil.
Hasil riset tersebut sangat
mengejutkan karena berhasil
menembus persepsi psikologis
yang menyatakan bahwa (1)
mentarjamahkan Qur ’an dan
Kitab Kuning (ilmu nahwu dan
shorof ) hanya bisa dipahami
oleh santri remaja dan orang
dewasa (2) mempelajarinya
butuh waktu yang lama atau
bertahun-tahun dan (3)
mengajarkannya harus
dilakukan oleh
ustadz atau kyai.
UJI SHAHIH METODE TAMYIZ
METODE TAMYIZ dan santri
ciliknya telah diuji shahih
kemampuan menterjemahkan
Qur ’an dan Kitab Kuning secara
terbuka
(tashhih) oleh DR. Akhsin Sakho
Muhammad al Hafidz (Rektor
Institut Ilmu Qur’an Jakarta dan
Sekretaris Lajnah Pentashih
Qur ’an Departemen Agama RI),
di Indramayu 10 Januari 2010.
Hasil uji shahihnya semua santri
cilik mendapat nilai mumtaz
(memuaskan). ( Radar
Indramayu & Mitra Dialog
Cirebon, Republika ).
Doktor Akhsin menjelaskan :
“Kendala yang dihadapi santri
selama ini adalah sulitnya
memformulasikan teori nahwu-
shorof dengan cara
pembelajaran
yang mudah, karena nahwu-
shorof terlanjur dipersepsikan
sebagai pelajaran yang sulit.
Kendala tersebut adalah :
. harus belajar membaca kitab
nahwu dan shorof,
. harus belajar menterjemahkan
kitab tersebut,
. harus belajar memahami teori
kitab tersebut,
. harus belajar mengaplikasikan
teori kitab tersebut pada kitab
kuning lain. bahkan,
. pada kitab tertentu harus
menghapal matan dan nadzom.
Dengan metode Tamyiz,
kendala itu bisa teratasi.
Pasalnya, Tamyiz memberikan
kunci-kunci yang strategis
untuk kedua teori
tersebut, dan santri bisa
langsung membaca,
menguraikan struktur kata
sekaligus menterjemahkan
Qur'an dan kitab kuning.
Yang menarik perhatian saya
adalah ternyata metode Tamyiz
ini dapat menghasilkan santri
sejak usia SD / MI pintar tarja-
mah qur ’an dan Kitab Kuning,
dan menurut hemat saya ini
adalah yang pertama di
Indonesia. Karenanya saya
berharap me-
tode Tamyiz ini segera
disosialisasikan khususnya di
kalangan pesantren, juga di
sekolah SD / MI, SMP / MTs,
SMU / MA dan
Perguruan Tinggi. Saya yakin
dengan metode ini, masyarakat
kita sebagai muslim yang
terbesar di dunia, dapat dengan
mu-
dah memahami tarjamah
Qur ’an dan Kitab Kuning”.
Papar Doktor Akhsin.
METODOLOGI BELAJAR
Berbeda dengan metode
bahasa arab lain yang targetnya
adalah mempelajari segala hal
tentang bahasa arab, TAMYIZ
hanya memformulasikan teori
dasar kuantum nahwu-shorof
sesuai keperluan Arabic for
Special Purpose (ASP) dengan
target
sangat sederhana yaitu pintar
membaca, mentarjamah dan
menulis (imla) Qur ’an dan Kitab
Kuning saja.
Cara mengajarkan
TAMYIZmenganut prinsip :
1. Cara (mengajar) lebih
penting dari materi (yang
diajarkan)
ةقيرطلا مهأ نم ةداملا
2. Mengajar dengan hati,
(mengajar bisa dengan mulut
bisa dengan hati, dan Allah
menurunkan Qur ’an ke hati
manusia)
Cara belajar TAMYIZ
mempunyai ciri khusus :
1. LADUNI (ilate kudu muni-
bersuara LANTANG); santri
harus mengeraskan suaranya
(sebagai salah satu cara untuk
meng-
optimalkan penggunaan potensi
otak kiri, otak kanan dan otak
bawah sadar (shudur) secara
seimbang, sehingga hasil belajar
akan lebih optimal).
2. SENTOT (santri TOT); model
belajar santri adalah model
ustadz yang sedang mengajar /
menjelaskan kepada santri :
insya Allah, santri otomatis bisa
mengajarkan TAMYIZ kepada
orang lain (konsep START FROM
THE END).
Cara evaluasi belajar mengajar :
MUDAH; proses
pembelajarannya harus
dirasakan mudah oleh santri,
kalau ada santri yang kesulitan
maka ada cara meng-
ajar yang kurang efektif
KEUNGGULAN METODE TAMYIZ
. Mampu melahirkan anak-anak
usia SD (umur 7-12 thn) bisa
tarjamah Qur ’an dan Kitab
Kuning.
. Pengajarannya mudah, riang
gembira, menggunakan titian
ingatan berupa lagu-lagu yang
populer sehingga tidak terasa
belajar.
. Yang sudah belajar akan
mampu mengajarkannya
kepada yang lain.
Di pesantren BAYT TAMYIZ
Indramayu, anak SD/MI &
pemula, telah teruji dalam
kurun waktu SEHARI (1 x 24 jam
belajar)
Pintar Tarjamah Qur ’an
(TAMYIZ 1), dan dalam 100 jam
belajar Pintar Kitab Kuning
(TAMYIZ 2) dengan benar sesuai
kaidah
bahasa arab sebagaimana santri
yang belajar kitab kuning sekian
tahun di pesantren.
Ustadz Cilik TAMYIZ sedang
mengajar, mengingatkan kita
pada masa kecilnya Imam
Syafi’i, Imam Bukhori dan masa
kejayaan Islam tempo dulu.
PENERAPAN TAMYIZ
Penerapan Metode TAMYIZ
dapat dilakukan dengan
beberapa cara :
1. TAMYIZ Intensive; TAMYIZ
diajarkan kepada santri secara
intensif –sehari 3 – 4 jam-
dalam sistem pesantren yang
mukim, sehingga santri sudah
bisa Kitab Kuning dalam waktu
kurang lebih 100 jam pelajaran.
2. TAMYIZ Inside; TAMYIZ
disisipkan pada kurikulum
sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/
MA, Pesantren dan Perguruan
Tinggi
Bagi sekolah dan institusi
pendidikan lainnya yang ingin
menerapkan TAMYIZ, cukup
memesan buku sejumlah siswa
dan
selanjutnya pelatihan para
pengajar dilakukan oleh Tim
TAMYIZ.

2 komentar:

  1. Ustadz. bisa minta alamat lengkapnya.. saya tertarik dengan penbelajaran ini,,, jazakalloh...

    BalasHapus

Silahkan kirimkan komentar Anda!